1st week in my prajab

Tak terasa sudah 1 minggu di “karantina” dalam prajabatan golongan III angkatan X Pemerintah Kota Tomohon. Berkenalan dengan mereka yang berbeda-beda karakter dan kebiasaan serta adat istiadat merupakan suatu pengalaman yang baik. Ternyata teman-teman bukan hanya berasal dari daerah menado atau tomohon saja, ada yang berasal dari luar daerah, ada yang dari Jawa, medan, hingga ambon serta daerah-daerah yang lain.

Berasal juga dari berbagai macam disiplin ilmu yang terkadang membuat masing-masing melihat sesuatu dengan cara pandang berbeda-beda. Sudah kesekian kalinya, saya mengikuti kegiatan seperti ini (dalam pengertian diskusi, sharing dan membina kekompakan), tetapi ini untuk pertama kalinya dalam waktu yang cukup lama dan dengan peserta yang banyak juga. Dari rangkaian kegiatan-kegiatan yang ada, masalahnya hampir selalu sama, yaitu begaimana mengatur kedisiplinan dan saling pengertian satu dengan yang lain.

Sebenanrnya bukan hal yang mengejutkan. Mengingat masing-masing berangkat dari kultur dan kebudayaan yang berbeda-beda. Maklum juga, negara kita bukanlah negara yang terlalu menegakkan disiplin sehingga kalau rakyatnya kurang disiplin, mbok dimaklumi, sehingga untuk mengubah pola disiplin dlaam waktu sekejap, bukanlah hal yang mudah. Butuh suatu sinergi, baik dari pihak yang memberikan ketentuan disiplin, dan mereka yang didisiplinkan.

Satu lagi tentang rasa pengertian. Kalau saya perhatikan, rata-rata umur kumulatif peserta adalah 28, mengingat batas penerimaan umur 35, kecuali memiliki masa pengabdian di salah satu lembaga pemerintahan mendapat pengecualian. Jadi, darah muda masih sangat deras mengalir, hal tersebut membuat mudahnya emosi secara psikologi terpicu, tetapi dengan tingkat pendidikan S1 membuat hal tersebut bukanlah suatu hal yang besar karena karena rasa segan lebih besar.

Satu yang saya selalu ingat bahwa namanya kehidupan, berapapun umur kita, kita akan mengalami gesekan. Salomo mengatakan bahwa besi menajamkan besi tetapi manusia menajamkan sesamanya. Jadi, akan ada masa di mana kita akan bergesakan satu dengan yang lain, dan hal itu bisa menghasilkan panas. Yang menjadi keputusan kita, apakan kita akan lari dari panas tersebut? Kalau kita lari, maka kita tidak ingin pribadi kita dipanaskan/digesekkan sehingga kita tetap menjadi pribadi yang tumpul. Pribadi-pribadi yang tumpul akan terus menjadi masalah, karena dimana saja akan menemui gesekan tersebut.

Apapun yang terjadi dlam kehidupan, jangan pernah lari dari gesekan (panas) satu dengan yang lain! Jadilah pribadi yang ketika panas itu datang, bertahan, mau diasah, sehingga menjadi pribadi yang semakin baik dan tajam. Tajam dalam pengertian bahwa kita mudah memaafkan, saling memberi pengertian, penuh kerendahan hati dan mengutamakan kepentingan bersama.

So, teman-teman, mari kita nikmati prajab cpns ini. Karena ini memang hanya terjadi sekali dalam karir PNS kita.
Banyak yang ingin diceritakan, tetapi waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, baju khaki, putih lengan panjang dan pendek belum distrika, jadi sampai di sini dulu,hehehehe…
Siap-siap lagi makan mesti duduk siap, jalan teratur, ada apel pagi, siang dan malam.. Saya yakin semua demi menciptakan PNS Tomohon yang bukan hanya cakap tetapi disiplin..

So lets enjoy this..
Nanti kalau sudah berakhir pasti kita akan merindukan ini..Sama seperti lagu berikut yang saya yakin teman2 juga tahu, selewiran di iklan televisi:

Will you remember me the way you remember me..
And the moment with you is the sweetest one..

prikitiwww…

Viva prajab angk. X

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s