Social Networking Website

Menurut situs http://www.internetworldstats.com/ pengguna internet di Indonesia sebanyak 39.600.000 (Desember 2010) atau sekitar 16,1% dari total penduduk. Yang menarik bahwa pengguna account Facebook sebanyak 38.860.460 (Juni 2011). Dengan kata lain, sekitar 98,13% pengguna internet di Indonesia merupakan pengguna Facebook atau setidaknya pernah mengakses situs tersebut.  Semenjak kehadiran Friendster pada tahun 2002, muncul situs-situs social networking  lainnya sebagai tandingan, sebut saja MySpace, Blog, Facebook, Twitter hingga yang lagi hangat-hangatnya yaitu Google+. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa cara bersosialisasi atau berkomunikasi dewasa ini telah banyak berubah. Jarak bukanlah menjadi sebuah kendala. Apa sebenarnya social networking website tersebut? Menurut Wikipedia, A social networking service is an online service, platform, or site that focuses on building and reflecting of social networks or social relations among people, who, for example, share interests and/or activities. Jadi, social networking website telah memberikan cara/pendekatan baru dalam berkomunikasi dan berhubungan satu dengan yang lain. Hal tersebut dibuktikan juga lewat riset The Nielson Company, bahwa lebih dari 2/3 pengguna internet di seluruh dunia merupakan pengguna aktif situs-situs social networking.

 

Tentunya komunikasi dalam dunia maya, memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tidak jarang kita mendengar korban-korban penipuan hingga pelecehan seksual (khususnya anak-anak usia sekolah) yang dimulai lewat media ini. Tetapi tidak menutup mata juga, bahwa situs social networking telah membantu kemudahan penyampaian dan penyebaran informasi.

 

Saya ambil contoh dalam bidang teknologi informasi. Teknologi yang saat ini masih bertumpu di wilayah barat Indonesia, baik dalam hal tenaga profesional, kemudahan akses, peralatan hingga akademisi, membuat kita yang berada di wilayah timur Indonesia tertinggal. Dengan adanya media blog, grup-grup diskusi online via facebook, membuat proses share ilmu dari pakarnya boleh berlangsung dengan baik dan diikuti oleh siapa saja selama terkoneksi dengan internet.

Demikian juga ketika Anda berprofesi sebagai guru/tenaga pendidik. Siswa-siswa sudah sangat akrab dengan situs-situs social networking tersebut. Apakah Anda termasuk orang yang berpikiran skeptis bahwa internet hanya membawa dampak negatif bagi perkembangan anak-anak? Seharusnya Anda mulai merubah paradigma tersebut karena kita berada dalan jaman di mana internet sudah menjadi bagian dalam kehidupan. Yang harus dikejar adalah bagaimana Anda mampu menggunakan teknologi internet tersebut secara tepat guna dan mampu membimbing anak-anak agar menggunakannya dengan baik. Anda bisa menggunakan Facebook ataupun yang lain sebagai media share di luar jam sekolah. Tentunya ada hal-hal yang harus diperhatikan. Berikut merupakan sejumlah tips yang saya kutip dari situs http://ictwatch.com/ dengan judul artikel Do & Don’t, Aturan Facebook-an untuk Guru :

 

Do:

  • Pisahkan halaman (page) Facebook pribadi Anda dengan halaman yang Anda buat sebagai seorang guru.
  • Jika murid Anda ingin berteman dengan Anda di Facebook, tempatkan di halaman guru.
  • Postinglah foto-foto tentang sekolah/pelajaran/perjalanan. Hal ini akan mengingatkan murid akan hal-hal yang terkait dengan sekolah.
  • Buat group untuk kelas yang Anda ajar. Dengan group tersebut, doronglah murid-murid untuk bertanya mengenai PR sekolah. Bantu mereka dengan mengadakan diskusi dan group wall. Identitas dan rasa memiliki sangat penting dalam proses belajar.
  • Pastikan group yang Anda buat tertutup, sehingga orang harus me-request dulu sebelum bergabung di group tersebut. Dengan langkah ini, Anda bisa memilih dengan bijak siapa-siapa saja yang boleh bergabung.
  • Bergabunglah dengan group-group lain yang terkait dengan sekolah. Hal ini bisa membuat Anda mengetahui apa yang diposting oleh para murid.
  • Postingan yang Anda buat sebaiknya bernilai positif.
  • Gunakan layanan status untuk menginformasikan para murid tentang kebijakan di sekolah.
  • Bermain game-game sederhana bersama para murid di Facebook bisa mempererat hubungan guru-murid.
  • Jika murid Anda ada yang berulang tahun, jangan segan-segan mengucapkannya di Facebook. Ini menunjukan kepedulian Anda.

Don’t :

  • Jangan ngobrol di FB chat untuk menghindari tuduhan yang tidak mengenakkan. Selain itu Anda tidak bisa menyimpan jejak chat yang Anda lakukan.
  • Jangan meng-add murid-murid Anda duluan.
  • Jangan mengirimkan pesan (message) pada mereka kecuali untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Pastikan semuanya terbuka dan bisa dibaca siapa saja. Jika mereka mengirimi Anda pesan di message, balas saja di wall.
  • Jangan melihat foto-foto murid-murid Anda kecuali profile picture. Jika Anda melihat foto yang tidak pantas dan melaporkannya maka hal ini akan merusak hubungan Anda dengan murid. Facebook bukanlah tempat untuk memonitor, dekati murid secara personal untuk memberitahukannya.
  • Jejaring sosial di sekolah bukan ajang untuk kritik. Dengan kehadiran Anda sebagai guru, usahakan untuk merepresntasikan kepemimpinan dan moral.

Dimuat dalam harian Tribun Menado (edisi 182, 3 Agustus 2011 & 183, 4 Agustus 2011)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s