My Backpacker adventure… (jilid 2b)

Q tertidur di kamar Jibman dkk. Kunci kamar ternyata ada sama Om Otje, sementara mereka sedang rapat evaluasi bersama panita dan pengurus, ga tahu sampe jam brapa, jadi q memilih ga tidur di kamar “Hamba Tuhan” :-)  Di dalam kamar, asli dinginnya minta ampun. Kontras sama hawa di luar yang puanas, tapi ini karena dingin buatan alias pake AC. Si Bayu saking kedinginannya maen getok aja penutup AC-nya cos remotenya ga berfungsi lagi..

Minggu, 27 Mei 2012. Waktu menunjukkan sekitar pukul 06.30.  dah mesti bangun cos mo kejar sunrise.. Kalo berdiri di pinggir pantai ke arah Jakarta, ternyata sunrisenya ga kelihatan. Jadi mesti ke arah timur pulau, alias di bagian ujung sebelah kiri.  Q memutuskan menyewa sepeda, dengan tariff 5000/jam.  Sepeda santai ukuran sedang, tapi sayang joknya bikin pantat ane teriak-teriak, kerasnya minta ampun…

Setelah kurang lebih 10 menit mengayuh sepeda, ternyata sampe juga di ujung pulau..  Wah pentas sunrisenya dah mulai. Hampir saja terlambat.. Menikmati sunrise pagi, bersama deburan ombak tuh sesuatu banget ya.. Apalagi kalo sama pasangan, widiihh.. Tapi sayang q nikmatinnya ga sama siapa-siapa #tepokjidat. Eh ada dink sama Ened, tapi Ened langsung bergerak ke arah lain bersama sepedanya. Yang jadi saksi bisu siapa lagi kalo bukan si Sepeda butut yang bikin perlawanan ma bagian selangkangan ane (*sensor).. hahahaaaa….

Akhirnya q ikutin Ened lebih lagi kearah ujung selatan Pulau. Ada sebuah pondok kecil dan disana sudah ada Om Otje dan Fika. Mereka ternyata dah duluan nyampe.. Pemandangannya mantep banget dah.. Sejenak menikmati kembali sunrise dan makin lama makin tinggi mataharinya. Kemudian q memutuskan untuk menjelajahi Pulau Untung Jawa. Mulai mengayuh sepeda dan mengikuti jalan sempit yang terbuat dari semen+bata+batu laut, menelusuri bagian belakang pulau. Sangat disayangkan, lupa bawa kamera.. Ya ollooo… Sekitar 10 menit mengayuh sepeda,  ketemu sebuah lapangan sepakbola, ukurannya paling sekitar 80m x 60m. Nah setelah lapangan bola ini, jalan yang harus ditempuh bukan lagi berupa jalanan semen+bata+batu laut, tetapi sudah jalanan tanah. Sempat ragu, takut nayasar. Tapi seumur-umur nekat2an jalan, belum pernah nyasar,  kalo kelewatan udah sering, hahaha… Jalannya makin sempit dan di pinggir-pinggirnya mulai ada hutan bakau. Jalanan juga semakin sunyi. Hanya satu yang q takutkan, kalau ternyata ini jalanan buntu dan air tiba-tiba pasang.. Habis dahh..

Sunrise dari sisi lain Pulau

Tapi  q terus mengayuh sepeda tersebut. Ketemu sejenis bangunan, q pikir bangunan bersejarah, ternyata WC umum, hahahaaa… Sudah sekitar 5 menit, tiba2  q lihat sekelompok keluarga yang sedang berjalan2 di pinggiran hutan bakau tersebut. Lega dahhh.. Akhirnya q menanyakan apakah jalan ini bisa tembus ke depan. Jawaban mereka : “Wah ga tahu juga Mas, qta pendatang juga!” Ohh Mmmyyy Gooddd.. Tapi ada sedikit kelegaan, setidaknya ada temen teriak kalo tiba2 tersesat ato kalo mati ga sendirian, Setelah bergerak terus, ternyata ada jalan setapak belok ke kiri. Logikanya itu menuju ke depan, dan akhirnya mulai ketemu perkampungan. Dan betul, jalan itu memang tembus ke depan, jalanan utama, dan tinggal beberapa kali dikayuh dah nyampe di tempat tinggal kami.

Menyusuri bakau (tapi ini bukan saya)🙂

Teman-teman sudah menanti di tengah lapangan.  Tampaknya ada games yang akan disiapkan panitia. Tetapi entah mengapa ga jadi dan akhirnya kami memutuskan memainkan permainan yang bernama BENTENG. Tampaknya permainan ini kurang familiar di wilayah barat Indonesia. Teman2 yang berasal dari sana agak kebingungan.  Permainan benteng udah menjadi tradisi di tiap Gathering Hosanna. Jadi ya kalo ga mau ketinggalan mesti pelajari gimana cara mainnya, hehehe. Setelah dibagi menjadi 2 kelompok (lagi-lagi acara ini tidak ada dokumentasinya, sayang banget) kami menghuni benteng masing-masing. Sebenarnya kekuatan ga berimbang, mengingat kami kekurangan 1 orang, jadi mau ga mau, si bocah cewek Tania kami ajak untuk melengkapi kekurangan kelompok kami.  Tapi Tania menjalankan strategi kami dengan baik, meskipun hanya sekedar sebagai pengejek/umpan, hahahaaa,,, Dengan kekuatan strategi Panglima Bayu, kelompok kami menang telak 4-0 coiii…. Yang pasti ngos-ngosan maen benteng ini. Karena ga da dokumentasi permainan Benteng kemarin, q ambil foto di Gathering tahun 2009 di villa Bougenville Puncak..

Benteng1 Gathering_2009 @Villa Bougenvile

Benteng2 Gathering_2009 @Villa Bougenvile

Setelah bermain benteng yang menguras tenaga, kami bersiap untuk sarapan pagi. Bertempat di tengah lapangan, tak jauh dari arena Benteng, sudah disiapkan sarapan pagi, dengan menu nasi goring, telur, dan lalapan serta teh manis hangat. Ngobrol ngalur ngidul, dan waktupun semakin bergulir. Panitia mengarahkan kami untuk segera MCK dan bersiap untuk Ibadah Minggu (Peringatan Hari Pentakosta). Perjuangan pun dimulai, air ternyata ga jalan lagi. Ada beberapa kamar yang masih jalan tetapi kecil. Jadi dengan jurusnya masing-masing, berusaha untuk tampak seolah-olah dah mandi, hahahaaa,,, Setelah tampak sudah mandi ataupun beneran udah mandi, Panitia mengarahkan kami ke tempat pertama kali berkumpul. Tepat di sebuah pendopo di pinggir laut. Kami mengadakan Ibadah Minggu di sana. Om Otje sebagai Pelayan Firman, Fika dan Jibman sebagai gitaris, sedangkan Ened sebagai MC.  Om menjelaskan tentang peranan dan fungsi-fungsi Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya.

Ened (MC) @Ibadah Minggu

Jibman & Fika (Gitaris) @Ibadah Minggu

Om Otje (PF) @Ibadah Minggu

Setelah itu Pengurus memberikan apresiasi kepada Panitia yang sudah berusaha mewujudkan acara ini.  Juga kepada para pembicara. Acara selanjutnya adalah CurHat Peserta. Om Otje memimpin acara ini, dengan harapan para peserta mampu menyampaikan uneg-unegnya tentang apa saja, baik Gathering ataupun Hosanna. Semua peserta mendapat giliran tak terkecuali si Rocky qta, alias si Tania. Seorang bocah wanita berumur sekitar 6/7 tahun juga memberikan pendapat dengan lancarnya tanpa rasa malujuga memberikan pendapat dengan lancarnya dan tanpa rasa malu-malu. Yang q sempet inget, dia mengatakan agar Hosanna tetep kompak, ngeliatin adik-adiknya.. Wow… Masing-masing punya harapan agar ke depannya pelaksanaan Gathering semakin baik dan Hosanna tetap menjadi sebuah persekutuan yang mampu merangkul semua pihak dan rasa kekeluargaannya tetap terjaga.

Rocky of the Year (Tania)🙂

Ibadah Minggu

Waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 12.00. Q sempat melihat perahu yang akan membawa kami ke Jakarta sudah merapat di dermaga. Panitia segera menyiapakan makan siang yang letaknya di ujung kampung yang satu lagi. Panas terik dan jalan ke sana butuh kesabaran tingkat tinggi. Di sana ternayata sudah ramai. Bisa jadi ini adalah salah satu hotspot Pulau Untung Jawa. Ada sebuah aula terbuka yang cukup besar, mirip sebuah pendopo, atau bale-bale gitu lah. Warung-warung yang berjualan cindera mata khas Untung Jawa, serta penginapan-penginapan yang saat itu padat diisi oleh wisatawan, ada juga wisatawan manca negara, brothernya Bayu, ngek ngok…

Kembali kami makan di bawah pohon beringin (kalau saya tidak salah), disamping bakau-bakau dan beralaskan pasir pantai, serta desir-desir angin laut menambah syahdu siang itu. Tapi perut tetap ga mau kalah teriak kelaperan. Akhirnya segala sesuatu telah tersedia. Menu siang itu : nasi, ayam bakar, ikan bakar, kankung, pisang dan lalapan. Ada yang kurang. Apa coba? Ya betull.. Sambal alias dabu-dabu. Sampe-sampe Om Otje ikutan protes gara-gara sambelnya ga ada, hahahaaa.. Akhirnya penyedia makanan pun menyediakan sambel dan kamipun dengan lahapnya memakan ikan-ikan yang dah tersedia. Tak lama-lama makan kami dah harus bersiap-siap menuju tempat penginapan untuk membereskan pakaian dan peralatan-peralatan lainnya, untuk kemudian kami pulang. Kami harus bergegas karena menurut nahkoda perahu, semakin siang maka semakin besar ombak yang bakal diterjang, berlawanan arus pasang. Itu dah pernah q alamin ketika menyebrang pada sore hari dari Bunaken ke Menado. Ombak yang dihadapi besar dan tingginya bisa sampai melewati perahu.

Aula Untung Jawa

Panitia

Hotspot Pulau Untung Jawa

Sekitar pukul 15.00 kami bertolak dari dermaga Pulau Untung Jawa. Dan perjuangan sesungguhnya dalam perjalanan ini dimulai………. Ombak sudah semakin besar, mengingat angin laut (kalau ga salah.. ) mulai berhembus. Membuat ombak semakin besar dan mulai menggoncang perahu. Tidak butuh waktu lama ombak-ombak tersebut mulai menggoncang jiwa dan rohani para peserta, hahahaaaa.. Mulai ada yang komat-kamit, berusaha tidur, menyanyi, hingga ada yang sampai menangis. Dan puncaknya, para peserta mulai mengeluarkan isi perutnya, alias pada muntah. Termasuk juga saya, huahahaaaa.. Q muntah karena harus mencium bau muntah peserta yang berada tepat di belakang saya. Jadi langsung mual dan wuuaaaakkkkk…. Yang pasti perjalanan pulang ini menjadi sesuatu lha buat perjalanan dan cerita Hosanna. Bahkan ketika tiba di Muara Angke, masih ada 2 peserta yang tidak kuat lagi berdiri, hingga harus dibopong. Bahkan ada yang harus digendong.

Tapi ada cerita menarik. Tiba-tiba ada seorang pria Muara Angke, yang kami panggil Si Boy, ciri-cirinya tinggi sekitar 150cm, berkulit hitam, gaya fungky kopral, ada kaca mata hitamnya juga, (kalau ga kebayang, silahkan liat Bayu umur 15 tahun, nah persis dah, whuahahahahaa). Dengan sigapnya dia berusaha menolong kami, khususnya buat yang pusing. Dia memberikan minyak angin, ikut mengusap-usap, memberikan teh manis hangat hingga memberikan motivation treatment yang luar biasa, hahahaa.. Kalo di inget-inget itu, q bener2 geleng2 kepala dah. Bahkan dia bersedia untuk menggendong salah satu peserta yang tidak kuat lagi berjalan, tapi ditolak ketua panitia, Suryo, karena nanti Suryo saja yang menggendong. Si Boy juga ikut membawakan tas-tas kami, hingga menaikkan barang2 kami ke bus jemputan, yang nama kerennya KOPAJA… Q mencoba cari-cari di Google, tetapi ga ketemu foto sang pria misterius itu.. Tapi hikmahnya, ternyata God siapkan kita dengan orang-orang yang mampu memberikan pelayanannya dalam bentuk apapun untuk kita..Wow..

Perjalanan pun berlanjut menggunakan KOPAJA. Seperti biasanya dari tahun ke tahun, setiap di perjalanan pulang, kami menyanyikan lagu Tuhan Memanggil Namamu.. OO … Dengan candaan dalam lagu tersebut membuat perjalan pulang ga terasa. Yang pasti ga seberat perjuangan di perahu tadi. Sekitar pukul 18.30 kami pun tiba di basecamp Hosanna. Dan akhirnya kami mulai berpisah satu dengan yang lain. Lelah memang, apalagi saya masih melanjutkan perjalan udara jam 1.45 dini harinya…

Panas coii

Gathering 2012 @Pulau Untung Jawa

Wajah-wajah yang sudah loyo

Sekitar pukul 23.30 saya bertolak dari Otista menuju bandara Soeta. Mata dan badan mulai ga sinkron. Rasa lelah bener2 dah mulai menyerang. Teman saya, Hotan sudah menunggu di bandara, dan setelah sampai kami pun langsung masuk menuju Gate 3. Masih ada sekitar 1 jam lagi. Saya memilih untuk tidur di kursi tunggu, sedangkan Hotan memainkan laptopnya. Tak terasa dah 1 jam dan kami mulai bergerak ke pesawat. Waktu menunjukkan pukul 1.30. Dan ketika perjalan menuju kursi di pesawat, q teringat bahwa salah satu tas ketinggalan. Maka q segera lari menuju tempat tunggu tadi dan mengambil tas yang ketinggalan tersebut. Lalu mulai lari lagi ke arah pesawat, bener2 dah… Pesawat pun akhirnya bergerak..

Tak terasa hampir 3 jam tertidur. Dan saya sempat lihat sebagian besar penumpang terkaget ketika suara sang pilot mengatakan bahwa sebentar lagi akan mendarat di bandara Sam Ratulangi. Dan q bisa melihat di sisi kiri pesawat sunrise.. Amazing, tapi lagi2 ga sempet difoto, sayang banget… Dan yang lebih parahnya coba menikmatinya sama pasangan ya, tapi ini sama Hotan, huahahahahaha….. #tepokjidatberkalikali…

Gathering 2010@PrimaBambu

Sekitar pukul 08.00 tiba di Tomohon dengan selamat, dan 8.30 langsung ke kantor…
Demikian perjalanan saya bersama Hosanna. Thanks buat teman2 yang sudah berpartisipasi dalam acara ini. Pesan saya, jangan jemu-jemu bekerja di ladangNya, ga perlu khawatir dengan kuantitas. Karena mungkin Hosanna adalah tempat persiapan buat masing-masing kita untuk kemudian Tuhan pakai di tempat lain yang lebih besar dan luar biasa.. Tuhan memberkati

Christmas Carol 2010@Oma Kansil

5 thoughts on “My Backpacker adventure… (jilid 2b)

  1. wah2 sesuatu banget ya ngomongin pasangan saya hanya ingin mengigatkan bukankah kalian sudah saling mencuri pandang saat makan mlam bersama bhka saling mencuri ikan diatas piring kalian kenapa tidak dinyatakan sih

    • Salam Super orang terkece sejagat..
      Lagi2 pernyataan Anda bernada pembunuhan karakter saya secara pribadi..please deh,jangan runtuhkan image yang sudah saya bangun bertahun2..
      Jadi kalo Anda masih ingin bertemu adik Anda,si Boy,saya siap mengantar Anda,,,
      Whuahahahahahahahaha…mas boy mas boy…
      Curi ikan?pale lu,cuminya ga cukup..

  2. super sekali….super sekali karna cuminya habis maka anda muncuri ikan yg ada di piringnya demi anda mendaptkan perhatiannya sungguh2 terlalu apakah anda segitu galau sehingga anda bukan saja curi2 pandang tapi curi2 ikan

    • benar2 anda super.. super duper…
      mana mungkin kami yang dipercayakan di kamar Hamba Tuhan melakukan tindakan yang melanggar pasal 212 UU Nomor 123 Tahun 2012 tentang Tindak Tanduk Curi Mencuri…..huahahahaaaaa….
      apaan sih Bay.. Kan dah gua sms semalem ma lu semalem..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s