Kreatif dan Inovatif

Setelah sekian lama “vakum”, akhirnya saya berhasil menyelesaikan tulisan perdana di tahun 2014 ini. Yang menjadi special adalah ketika tulisan ini muncul di tengah-tengah keadaan gundah gulana yang tidak menentu, hahaha… apa coba..
Tulisan ini telah dimuat di Harian TribunNews Manado, edisi 3 April 2014…cekidott..

1513184_10203552516239537_1778618836_n

Apa yang terjadi ketika sebuah burung dengan standar animasi yang sangat sederhana, hampir mirip dengan grafis Nintendo atau SEGA (pada zamannya) tetapi mampu menghipnotis bahkan menghadirkan kontroversi bagi generasi digital abad ini? Ya, Flappy Birds. Sebuah game sederhana ciptaan seorang developer game asal Vietnam, Dong Nguyen, yang mampu memberikan pendapatan pribadi hingga USD 50 ribu atau sekitar 600 juta setiap harinya lewat iklan yang muncul ketika game tersebut dimainkan. Meskipun akhir-akhir ini menjadi kontroversi, tetapi perlu diacungi jempol inovasi di balik game “sederhana” tersebut. Teknologi hari demi hari semakin berkembang. Perusahaan-perusahaan raksasa IT dunia, sekelas Google, Samsung dan Apple, selalu mengutamakan inovasi di balik setiap teknologi canggihnya.

Apa yang terjadi ketika dunia pendidikan tersentuh dengan inovasi dan kreativitas? Mari kita kembali sejenak pada proses pendidikan di negeri ini. Sistem pola runut dan tiru masih menjadi budaya yang masih diterapkan di sebagian besar kalangan pendidik dalam proses belajar mengajar. Siswa seharusnya tidak lagi diposisikan sebagai bejana yang perlu diisi dengan pengetahuan-pengetahuan secara pasif. Proses yang sering disebut sebagai transformasi pengetahuan. Siswa jangan dilihat sebagai wadah kosong untuk menampung sejumlah rumusan/dalil pengetahuan, tetapi seharusnya dilihat sebagai benda yang dinamis dan punya kreasi. Pada dunia pendidikan, perlu disadari bahwa siswa bukanlah hanya objek semata dan pendidik sebagai subjek, melainkan siswa dan guru bersama-sama untuk terus berdialog dan menghasilkan sesuatu yang mampu membawa decak kagum. Pendidikan yang demikianlah yang seharusnya diterapkan dewasa ini.

Teknologi informasi lewat internet yang semakin mudah dijangkau membuat siswa terkadang lebih maju bahkan lebih baik dalam penyerapan dan pengembangan materi. Dibutuhkan inovasi dan kreativitas dalam proses pembelajaran pada generasi saat ini, mengingat internet, game online hingga gadget telah memberikan tawaran yang lebih menarik dibandingkan sekolah. Ketika guru dan siswa mampu berkolaborasi memanfaatkan teknologi informasi maka akan membantu merangsang terciptanya output yang baru dan berkualitas. Tak bisa dipungkiri bahwa salah satu daya tarik sekolah/kampus untuk menjadi pilihan siswa ataupun mahasiswanya adalah karena adanya pengakuan karya-karya yang lahir lewat inovasi dan kreativitas siswa/mahasiswanya.

Saat ini, mendapatkan informasi bagaimana suatu benda/teknologi bekerja, turunan rumus-rumus fisika dan matematika, teori-teori ilmu pengetahuan, resep masakan hingga kejadian ter-update di belahan dunia lainnya bukanlah suatu hal yang sulit. Tetapi perlu juga dicermati akan keabsahan dari pengetahuan yang kita peroleh lewat dunia maya. Yang pasti bahwa pengembangan ilmu pengetahuan akan semakin mudah diikuti bagi siapa saja yang ingin menekuninya.

Di tahun 2013 lalu, Google tak hentinya membuat gebrakan inovasi teknologi yang membuatnya menjadi raksasa dunia dalam bidang teknologi ,yaitu lewat Project Loon. Balon-balon bertenaga surya (menggunakan bahan helium) yang mampu menyediakan layanan internet untuk menjangkau daerah/kawasan terpencil hingga daerah pasca bencana. Sebuah konsep teknologi yang membuat manusia semakin mudah dalam berkomunikasi satu dengan yang lain.

Balon-balon internet itu mengapung di lapisan bagian stratosfer, sekitar 20 kilometer di atas permukaan bumi. Dengan memadukan National Oceanic and Atmospheric Administration, balon-balon tersebut bergerak mengitari bumi setelah lapisan, kecepatan, dan arah angin diketahui.  Bahkan bisa diatur sesuai dengan pergerakan angin. Balon-balon internet tersebut membawa antena kecil yang berkomunikasi dengan antena sejenis di sisi user di bumi. Menggunakan signal wifi pada jaringan 2.4 and 5.8 GHz yang bisa digunakan oleh siapa saja. Bukankah sebuah terobosan yang luar biasa bagi teknologi komunikasi? Project loop telah memberikan jalan keluar bagi salah satu kendala letak geografis yang terkadang menghambat perkembangan internet, khususnya di daerah-daerah sulit terjangkau dan terpencil.

Google dan Dong Nguyen telah memberikan inovasi dan kemajuan yang berarti dalam dunia teknologi. Bagaimana dengan kita yang berkedudukan sebagai pendidik di negeri ini? Kiranya mereka mampu memberikan inspirasi bahwa teknologi mampu memberikan warna dalam kehidupan, khususnya dalam dunia pendidikan, ketika kita memiliki kemauan unutk berinovasi dan berkreasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s